Betfordeal

Welcome Bonus 25% Hingga Rp 25.000.000

Ffbet

Welcome Bonus 100% Hingga Rp 5.000.000

Senjata Makan Tuan Bambang Suryo dalam Kasus Match Fixing

Senjata Makan Tuan Bambang Suryo dalam Kasus Match Fixing – Senjata makan tuan, Bambang Suryo yang beberapa minggu terakhir menggebar-ngemborkan ada permainan penataan score di persaingan sepak bola Tanah Air, sekarang terganjal masalah sama di panggung Liga 3.

Pria yang dekat diundang BS itu pada acara talkshow Mata Nazwa dengan topik “PSSI Dapat Apa? Jilid 2” pada Rabu (19/12/2018) tidak dapat menghindari waktu hadapi oleh pembawa acara Najwa Shihab dengan pelatih PS Ngada, Kletus Marselinus Gabhe.

Kletus Marselinus Gabhe blak-blakan masalah ajakan suap untuk memuluskan PS Ngada ke set 16 besar Liga 3 2018. Ajakan itu dikirimkan BS melalui jaringan telepon dan pesan singkat.

Bambang menawari PS Ngada untuk bisa lolos Osvaldo Haay Pemain Persija Gemar Memancing Ikan bersama-sama dengan club yang dimanajerinya Persekam Metro FC dengan menyerahkan dana semasing Rp 100 juta yang akan disetorkan ke Joko Driyono (Wakil Ketua Umum PSSI) dan Andi Darussalam Tabussala (bekas pengurus PSSI).

“Awalannya saya mendapatkan pesan singkat dan diteruskan telephone dari pria yang akui selaku manager Persekam Metro FC. Pokoknya ajak bekerja bersama loloskan club kami dengan bayar uang dengan nominal spesifik,” kata Marselinus Gabhe.

Rangkuman pembicaraan di antara BS dengan Kletus Marselinus Gabhe diputar di Mata Nazwa.

Tanggapan Bambang Suryo mengenai bandar judi online?

“Ya betul saya benar-benar menghubungi pelatih PS Ngada. Tetapi tujuannya cari info untuk mengenali bermain atau mungkin tidak. Saya punya niat menjerat. Menurut kepolisian, harus ada bukti kuat. Triknya ya dengan turut masuk,” tutur pria berkepala plontos itu.

Berusaha perkuat alibinya BS berkata, “Faktanya team saya kalah atas Persik Kediri dan PS Ngada dan gagal lolos,” tutur Bambang Suryo yang akui bekas aktor match fixing yang bekerja bersama dengan bandar internasional.

Saat sebelum Marselinus Gabhe bisa peluang berbicara oleh Nazwa Shihab, BS sempat akui telah bertobat. “Untuk Tuhan dan anak-istri, saya tidak akan turut terjebak dalam penataan score.”

Marselinus Gabhe terlihat tersenyum menyaksikan Bambang Suryo memberikan keterangan. “Pokoknya saya tolak ajakan. Konsep kami jika benar-benar bisa lolos ya kami pengin bisa lolos dengan usaha sendiri, kalaulah harus tidak berhasil ya atas perjuangan sendiri.”

“Kami telah memberikan laporan secara sah ke Komisi Disiplin PSSI. Kami akan mengikut prosesnya.”

Latar Belakang Masalah

Urutan masalah ajakan match fixing agen casino yang menyertakan PS Ngada dan Persepam Metro FC berawal pada tanggal 21 November 2018 lalu, pelatih PSN, Kletus Marselinus Gabhe, ditelepon seorang yang akui namanya Bambang Suryo (BS), Manager Team Persekam Metro FC Malang.

BS salah satunya aktor sepak bola yang sempat blak-blakan masalah match fixing di acara talkhow Mata Najwa yang bertema “PSSI Dapat Apa?” yang disiarkan Rabu (28/11/2018) malam di stasiun tv, Trans7.

Dia akui aktor penataan score yang sudah bertobat, pengin membenahi keadaan sepak bola nasional dengan buka tirai beberapa kasus match fixing di persaingan yang berpayung ke PSSI. Menurut claim BS, dia sempat bekerjasama dengan bandar-bandar besar judi sepak bola internasional di masa lampau.

Mendapatkan telephone dari BS, Kletus Marselinus Gabhe berlaku berhati-hati. Pembicaraan dianya dengan BS itu direkam. Bekas pemain club pemula Toureast di Denpasar itu tahu siapa BS. Karena itu ia berlaku siaga.

Perbincangan itu, papar Marselinus Gabhe, dibuka dengan perkataan BS yang ajak timnya maju ke set 16 besar Liga 3 bersama Persekam Metro FC.

“BS berikan gagasannya kami bisa lolos berdua ke set 16 besar. Lantas, saya bertanya bagaimana triknya?” tutur Marselinus Gabhe ke Bola.com.

Bambang Suryo selanjutnya menerangkan gagasannya itu secara terinci. Pria berkepala plontos itu minta faksi PS Ngada sediakan uang Rp 100 juta untuk patungan ongkos maju ke set 16 besar.

“Jadi kami dan BS patungan semasing Rp 100 juta untuk memuluskan laga kami di set ini. Uang itu untuk membenahi piranti laga di set ini. BS ngomong Persik tidak punyai uang. Mereka cuman memercayakan team saja,” papar Marselinus Gabhe.

Menurut pembicaraan Marselinus Gabhe yang mencuplik rekaman pembicaraan itu, uang itu akan disetorkan ke ADS dan beberapa pejabat PSSI yang disebut dapat menolong memperlancar gagasan jahat itu.

FFBET: situs bandar dan media judi bola yang bisa bermanfaat untuk menambah kekayaan.

“Uang itu kelak saya yang serahkan ke ADS dan Jokdri,” sebut Marselinus tirukan perkataan BS dalam rekaman itu.

Marselinus Gabhe juga meminta keterangan siapa ADS dan Jokdri yang diartikan BS. “Rupanya BS menerangkan ADS itu Andi Darussalam dan Jokdri ialah Joko Driyono,” papar Marselinus Gabhe.

Dalam pembicaraan itu pelatih PSN menanyakan uang sejumlah itu untuk menjaga sampai set apa? “Itu cuman sampai maju ke set 16 besar. Jika pengin maju ke set selanjutnya harus bayar kembali,” sebut BS.

Tetapi pada akhirnya Marselinus Gabhe tutup perbincangan itu dengan fakta kemampuannya di team PSN Ngada yang cuma untuk pelatih. “Saya cuman pelatih. Saya tidak punyai kuasa memutus. Sepertinya kami tidak punyai uang sekitar itu,” papar Marselinus Gabhe.

Joko Driyono memberikan jawaban pendek masalah namanya yang terikut-bawa. “Ya namanya dicatut tentu berbohong. Saya bisa update mengenai itu, dan saya meminta PS Ngada memberikan laporan sang pencatut ke PSSI,” catat Joko melalui pesan singkat yang dikirim ke Bola.com.

Winning Seven

Welcome Bonus Slot Online hingga Rp 5.000.000

Dewa Harum

Bonus Spin Gratis Slot Online Hingga 88x

Indolucky7

Cashback Taruhan Bola 5% Tanpa Batas

Agen Bola

Grosscomm x3 Tanpa Syarat Maksimum